Tampilkan postingan dengan label IPA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA. Tampilkan semua postingan
no image

Proses Pelapukan Yang Mengakibatkan Perubahan Pada Benda

Proses Pelapukan Yang Mengakibatkan Perubahan Pada Benda - Tahukah kamu apa itu Proses pelapukan? Pelapukan adalah fenomena alam yang merupakan sebuah peristiwa biologi namun berhubungan erat dengan beberapa peristiwa lain seperti fisika dan juga kimia. Pelapukan sendiri merupakan sebuah peristiwa terjadinya perubahan pada benda baik logam maupun benda padat lainnya sehingga menurunkan nilai ekonomi dan kualitas benda tersebut.

Fenomena pelapukan juga dapat ditemukan dalam berbagai macam hal yang ada di sekitar lingkungan kita, antara lain peristiwa lapuknya kayu karena terlalu sering terkena air, atau bangku sekolah yang lapuk karena termakan waktu akibat suhu dan kelembaban udara yang ada di ruangan. Suhu merupakan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya cepat atau lambatnya proses pelapukan itu terjadi. Suhu rendah dan suhu tinggi bisa saja mempercepat proses pelapukannya tergantung material atau bendanya.

Proses-Proses Pelapukan Yang Mengakibatkan Perubahan Benda

Proses pelapukan merupakan suatu peristiwa alami yang tidak dapat dihindari namun bisa saja dicegah untuk memperlambat proses terjadinya pelapukan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan menjaga suhu ruangan tetap berada pada suhu normal. Hal kecil tersebut merupakan salah satu solusi atau cara tercepat yang dapat dilakukan untuk mengatasi pelapukan terjadi dengan cepat. Penjelasan lengkap tentang proses pelapukan yang mengakibatkan perubahan pada benda. Ada tiga jenis pelapukan yang ada yakni :

Pelapukan secara Biologi

Pelapukan biologi merupakan salah satu proses perubahan benda yang disebabkan secara biologis oleh makhluk hidup. Rayap merupakan salah satu makhluk biologi terkenal yang merupakan salah satu hal terbersar yang menyebabkan pelapukan pada kayu. Selain itu jamur dan lumut merupakan organisme biologis yang menyebakan terjadinya pelapukan.

Pelapukan secara Fisika

Pelapukan fisika marupakan salah satu proses terjadinya pelapukan yang disebabkan oleh persitiwa fisis. Hal-hal yang berkaitan dengan fisika dan menyebabkan pelapukan secaras fisika antara lain adalah angin, hujan, sinar matahari dan gelombang laut.

Pelapukan secara kimia

Berkurangnya nilai ekonomis pada suatu benda dan juga kualitasnya akan berkurang karena peristiwa pelapukan secara kimiawi disebabkan oleh adanya reaksi atau hubungan dengan benda kimia. Hujan asam merupakan salah satu penyebab terbesar yang ada di alam saat ini dalam menyebabkan tingginya pelapukan suatu benda secara kimiawi. Hujan asam terjadi karena air hujan melarutkan gas-gas pencemar diudara terbuka yang disebabkan oleh pabrik-pabrik maupun polusi asap kendaraan bermotor yang saat ini semakin berkembang pesat.
Sistem Reproduksi pada Tumbuhan dan Manusia

Sistem Reproduksi pada Tumbuhan dan Manusia

Pelajaran pada bab “Sistem Reproduksi” adalah mata pelajaran Biologi yang diberikan untuk siswa menengah (SMA). Pada bab ini dikenal Sistem Reproduksi Tumbuhan dan Manusia. Kita bahas kedua-duanya pada point-pointnya saja.
1. Sistem Reproduksi pada Tumbuhan
a. Organ Reproduksi
Pada tumbuhan biji tertutup atau dalam bahasa latin dikenal dengan istilah “angiospermae”, alat reproduksi terdapat pada bunga. Alat kelamin jantan yaitu benang sari yang terdiri atas kepala sari (antena) dan tangkai sari (filamen), Sedangkan alat kelamin betina yaitu putik yang terdiri atas kepala putik (stigma), tangkai putik (stilus) dan bakal buah (ovarium).
Sistem Reproduksi pada Tumbuhan dan Manusia

b. Jenis Reproduksi
Jenis Reproduksi pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu Reproduksi Generatif  dan Reproduksi Vegetatif. Contoh Reproduksi Generatif seperti penyerbukan, fertilisasi (pembuahan), buah/biji. Sedangkan Reproduksi Vegetatif terjadi secara alami yang bisa terjadi melalui tunas, umbi, rhizoma dan dapat juga melalui buatan seperti cangkok, steak dan okulasi.
2. Sistem Reproduksi pada Manusia
a. Organ Reproduksi
Organ Reproduksi pada Manusia terdiri atas Organ kelamin utama, yaitu ganad sebagai penghasil gamet/sel kelamin dan organ kelamin tambahan yaitu bagian-bagian yang berfungsi menyalurkan, menyimpan gamet sementara, memelihara embrio dan sebagainya. Pada organ reproduksi manusia juga dibedakan berdasarkan kelamin laki-laki dan wanita.

Pada organ reproduksi laki-laki  terdapat organ utama dan organ tambahan. Pada organ utama terdapat testis (buah zakar) yang berfungsi untuk menghasilkan sperma dan hormon testosteron. Sedangkan pada organ tambahan terdapat saluran reproduksi yaitu duktus ekpididimis yang berfungsi sebagai tempat pematangan dan penyimpanan sperma, vas deferens, dan vesica seminalis (kantong sperma), kelenjar kelamin, dan alat kelamin lular.

Pada organ reproduksi wanita terdapat juga organ utama dan organ tambahan. Pada organ utama terdapat ovarium yang berfungsi menghasilkan ovum. Pada organ tambahan terdapat saluran kelamin yang terdiri dari infundibulum untuk menampung ovum. tubafallopi sebagai tempat terjadinya fertilisasi, uterus/rahim sebagai tempat tumbuhnya embrio, vagina untuk jalan melahirkan, vulva alat kelamin luar yaitu labia mayora, labia minora, klitoris dan vestibula.

b. Fertilisasi
Fertilisasi merupakan proses peleburan sel kelamin jantan (sperma) dengan sel kelamin betina (ovum)
c. Pertumbuhan Embrio dalam Uterus
Hasil Fertilisasi adalah Zigot yang kemudian tumbuh menjadi embrio didalam Uterus.

d Kelahiran
Setelah masa kehamilan 266 hari atau 33 minggu bayi akan lahir, berat bayi normal yaitu antara 2,7 – 3,6 Kg dengan panjang 50 cm.
e. Pemberian Air Susu Ibu (ASI)
Menurut ilmu kedokteran atau ilmu kesehatan, Selama 6 bulan pertama makanan yang paling bagus untuk diberikan kepada bayi adalah ASI walaupun sebenarnya dapat diganti dengan susu formula.

f. Alat Kontrasepsi, merupakan alat untuk mencegah kehamilan.
Artikel diatas merupakan rangkuman pada bab Sistem Reproduksi, Silahkan pelajari lebih lanjut tentang “Sistem Reproduksi” dengan buku-buku pelajaran yang telah direkomendasikan oleh guru anda msing-masing.
no image

Penjelasan Lengkap Konsep Teori Asam Basa Menurut Para Ahli

Penjelasan Lengkap Konsep Teori Asam Basa Menurut Para Ahli - Istilah asam (acid) berasalah dari bahsasa latin acelum yang berarti cuka. Sebaliknya, senyawa yang memiliki sifat sangat berbeda dibandingkan dengan asam yaitu senyawa alkali (basa) yang diturunkan dari abu berbagai tanaman. Suatu senyawa dapat diketahui bersifat asam atau basa jika berada dalam bentuk larutannya. Istilah asam digunakan untuk senyawa yang dalam bentuk larutannya menghasilkan ion hydrogen (H+). Sementara itu, basa digunakan untuk senyawa yang dalam bentuk larutannya terurai menjadi ion hidroksida (OH-). Berikut penjelasan tentang teori asal basa menurut para ahli, simak dibawah ini.

Pengertian Teori Asam Basa Menurut Para Ahli

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai pengertian maupun pemahaman tentang asam basa sebaiknya ketahuilah beberapa teori yang disebutkan oleh para ahli seperti berikut ini :

Asam Basa menurut Teori Arrhenius

Pada tahun 1886, Svante August Arrhenius, seorang ilmuwan dari Swedia menyatakan teori tentang asam dan basa. Menurut Arrhenius, asam merupakan zat yang menghasilkan ion hydrogen apabila terlarut dalam air, sedangkan basa didefinisikan sebagi zat yang menghasilkan ion hidroksida jika dilarukan dalam air. Jadi teori ini haya terbatas pada pelarut air saja. Jika pelarutnya bukan air dan zat yang terurai tidak mengandung hydrogen dan hidroksida, teori ini tidak berlaku. Contoh reaksi yang tidak dapat dijelaskan dengan teori Arrhenius yaitu :
N ¬ H3 + HCl ---> NH4Cl
Reaksi tersebut tidak melibatkan adanya H+ dan OH-. Proses terurainya zat menjadi ion-ion disebut dengan ionisasi.

Asam basa menurut Bronsted dan Lowry

Pada tahun 1923, Johannes Nicolaus Bronsted, seorang kimiawan yang berasal dari Danmark dan Thomas Martin Lowry, yang juga seorang kimiawan dari Amerika Serikat mendefinisikan tentang asam basa. Menurut Bronsted dan Lowry, asam adalah spesi yang memberikan (donor) proton, sedangkan basa adalah spesi yang bertindak sebagai penerima proton dalam suatu reaksi transfer proton.

Teori Bronsted dan Lowry melengkapi konsep asam basa Arrhenius. Ion hidroksida dalam teori Arrhenius tetap menjadi asam dalam teori Bronsted dan Lowry. Ion hidroksida ini menerima ion hydrogen membentuk H¬2O. Bronsted dan Lowry memiliki kelemahan tidak dapat menjelaskan reaksi asam basa yang tidak melibatkan transfer proton.

Asam Basa menurut Lewis

Pada tahun 1923, Gilbert N. Lewis yang merupakan seorang kimiawan dari Amerika Serikat mendefinisikan asam basa berdasarkan dari teori ikatan kimia. Menurut Lewis, asam adalah penerima (akseptor) pasangan electron bebas. Sementara itu, basa ialah pemberi atau donor pasangan electron bebas.

Teori asam basa lewis lebih luas pengertiaannya dibandingkan dengan dua teori sebelumnya. Spesi apapun yang dapat menerima pasangan electron bebas disebut asam Lewis. Contoh asam Lewis yaitu H+, B2H6, BF6, AlF6, Fe2+, Cu2+, dan Zn2+. Suatu spesi tidak selalu menyediakan orbital kosong untuk menjadi asam Lewis.

Spesi berubah molekul atau ion yang mendonorkan pasangan electron bebasnya disebut dengan basa Lewis. Contoh ion halide (Cl-, F-, Br- dan I-), NH3, OH-, H2O senyawa yang mengandung unsur N, O atau S senyawa golongan eter, keton dan CO2.
Fungsi mulut pada sistem pencernaan manusia

Fungsi mulut pada sistem pencernaan manusia

Setelah mempelajari sistem pencernaan manusia bekerja tentu saja sudah menambah wawasan dan pengetahuan anda dalam mempelajari secara mudah ilmu pengetahuan alam dalam basis biologi. Mengulas sedikit tentang sistem pencernaan manusia maka kembali lagi mengingat secara mudah tentang penceranaan itu sendiri. Penceranaan merupakan suatu peristiwa dimana makanan masuk dalam mulut untuk dikunyah dan kemudian dilangsungkan dalam sistem pencernaan berikutnya seperti kerongkongan, lambung, usus halus sampai usus besar.
Fungsi mulut pada sistem pencernaan manusia
Jika makan sudah masuk dalam sistem penceranaan makan akan terjadi beberapa proses yaitu yang dikenal dengan proses mekanis dan proses kimiawi, Kedua proses yang terjadi secara sinergis dalam proses pencernaan manusia yang tidak dapat dipisahkan.

Proses pencernaan makanan pada manusia melibatkan alat-alat atau organ penceranaan lainnya. Alat-alat atau organ penceranaan manusia terjadi atas saluran penceranaan dan kelenjar penceranaan. Saluran penceranaan terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus halus dan usus besar sampai ke anus. Kelenjar pencernaan menghasilkan enzim-enzim yang dibutuhkan dalam proses pencernaan, kelenjar penceranaan tersebut terlatak di mulut, lambung, usus halus, pankreas dan hati.

Untuk memperjelas fungsi dari organ-organ tersebut maka sebaiknya pelajari penjelasan secara singkat tetang fungsi dan peran organ pencernaan berikut ini.
Mulut
Makanan akan masuk pertama kali melalui organ penceranaan ini. Di dalam mulut akan terjadi pencernaan makanan secara mekanis dan kimiawi. Di dalam mulut juga terdapat alay yang berperan dalam proses penceranaan yaitu gigi, lidah dan kelenjar ludah.
a) Gigi
Gigi marupakan alat penceranaan dalam mulut yang berfungsi secara mekanis karena membantu dalam proses pemecahan makanan menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Dengan hal demikian makan enzim-enzim pencernaan akan secara mudah mencerna makanan dengan lebih mudah, cepat dan efisien.

b) Lidah
Fungsi lidah dalam sistem peneranaan adalah untuk membantu mencampur makanan sekaligus untuk membantu menelan makanan dan mempertahankan makanan agar berada diantara gigi atas dan gigi bawah saat makan dikunyah. Selain itu lidah juga berfungsi sebagai alat pengecap dan alat indera yang digunakan untuk merasakan berbagai macam jenis rasa. Lidah tersusun dari jenis otot lurik yang permukaannya dilapisi dengan lapisan epitelium yang mengandung banyak kelenjar mukos (lendir)

c) Kelenjar Glandula Salivalis (Ludah)
Terdapat tiga kelenjar ludah dalam sistem penceranaan yang berada di mulut yaitu kelenjar parotis (di dekat telinga), kelenjar submandibularis (di bawah rahang) dan kelenjar sublingualis (di bawah lidah).

Kelenjar ludah berfungsi untuk menyekresikan saliva atau air liur. Air liur itu sendiri mengandung enzim ptialin yang dapat mengubah amilum (polisakarida) menjadi maltosa (disakarida). Selain itu, air liur berfungsi juga membasahi makan, mencegah mulut dari kekeringan, membunuh mokroorganisme dan bertindak sebagai buffer (penyangga PH)

Demikianlah beberapa penjelasan yang singkat tentang fungsi organ mulut pada sistem penceranaan berdasarkan penjelasan para ahli. Semoga dapat di pahami dengan baik dan dapat bermanfaat dalam menambah ilmu serta wawasan intelektual anda.

Fungsi Usus Halus Dalam Penyerapan Makanan

Fungsi Usus Halus Dalam Penyerapan Makanan

Sistem penceranaan manusia memiliki berbagai macam organ yang tentunya juga memiliki fungsinya masing-masing, salah satunya adalah usus. Usus juga terdiri dari beberapa jenis yaitu usus halus dan usus besar. Pada penjelasan kali ini akan dipaparkan terlebih dahulu secara lengkap bagian dan fungsi-fungsi penunjang yang ada pada usus halus termasuk enzim-enzim yang terlibat pada proses penceranaan di dalam usus halus.
Penjelasan Lengkap Fungsi Usus Halus Dalam Penyerapan Makanan
Usus halus sendiri merupakan sebuah saluran yang berliku-liku atau berkelok dengan panjang sekitar 6 – 8 meter dan lebar 25 mm. Dalam pembagiannya usus halus dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum).
Setiap bagian dari usus halus tersebut memiliki peranan yang berbeda-beda meskipun masih menjadi satu bagian dari usus halus. Untuk lebih memahaminya maka akan dijelaskan satu persatu dari ketiga bagian usus halus tersebut di bawah ini.

Usus Dua Belas Jari
Usus dua belas jari merupakan saluran yang menjadi muara dari dua saluran organ lain yaitu pankreas dan kantong empedu. Saluran kedua organ tersebut juga memiliki peranana dalam proses penceranaan yang menunjang pengolahan makanan pada usus karena kantong empedu berisi cairan empedu yang dihasilkan oleh hati dan berguna untuk mengemulsikan lemak, selain itu juga pankreas yang menghasilkan getah pankreas yang bersifat basa mengandung beberapa enzim seperti amilase, tripsinogen, dan lipase.

Fungsi enzim amilase yaitu berguna untuk mengubah zat tepung menjadi gula, kemudian enzim tripsinogen diaktifkan oleh enzim enterokinase menjadi tripsin, lalu kemudian tripsin memiliki peranan untuk mengubah protein menjadi peptida dan asam amino.

Enzim lipase berfungsi merubah lemah (trigliserida) menjadi asam lemak dan gliserol. Proses penceranaan yang terjadi di dalam usus halus dapat dikatakan proses penceranaan secara kimiawi karena melibatkan berbagai macam enzim.

Usus Kosong
Pada usus kosong juga terjadi proses penceranaan secara kimiawi yang dihasilkan oleh kelenjar yang terdapat pada dinding usus.

Ada 8 enzim yang dihasilkan oleh kelenjar yang terletak pada dinding usus dan memiliki fungsi masing-masing yaitu :
  1. Enzim Enterokinase memikiki fungsi sebagai pengaktif tripsinogen yang dihasilkan pankreas.
  2. Enzim Laktase yang berperan sebagai pengubah laktosa menjadi glukosa
  3. Enzim Erepsin, berfungsi mengubah dipeptida (pepton) menjadi asam amino.
  4. Enzim Maltase, berfungsi merubah maltosa menjadi glukosa
  5. Enzim Disakarase, memiliki fungsi untuk merubah disakarida mejadi monosakarida
  6. Enzim Peptidase, berfungsi mengubah polipeptida menjadi asam amino.
  7. Enzim Sukrase memiliki fungsi mencerna sukrose menjadi glukosa dan fruktosa
  8. Enzim Lipase yang berperan penting dalam fungsinya merubah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak.

Usus Penyerapan
  1. Pada usus penyerapan terdapa banyak lipatan atau lekukan yang disebut dengan villi atau jonjot usus.
  2. Fungsi jonjot usus (vili) adalah memperluas permukaan usus sehingga proses penceranaan zat makanan akan lebih sempurna. Seluruh zat makanan seperti glukosa, asam amino, vitami yang larut dalam air (Vitamin B dan C), mineral, dan air akan diserap oleh kapiler darah dalam vili yang kemudian diangkut menuju hati melalui pembuluh darah.
  3. Disamping itu zat makanan yang berupa asam lemak, gliserol dan vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E dan K akan diangkut melalui pembuluh kil yaitu pembuluh getah bening atau yang disebut dengan limfa.

Demikianlah penjelasan lengkap fungsi usus halus dalam proses penyerapana makanan yang bisa menjadi literatur bagi anda dalam menyelesaikan tugas pada pelajaran sekolah anda atau menambah wawasan ilmu pengetahuan alam dalam bidang biologi.
no image

Sistem Pencernaan Manusia Berdasarkan Pendapat Para Ahli

Sistem Pencernaan Manusia Berdasarkan Pendapat Para Ahli - Jika dipahami proses pencernaan pada manusia dan hewan sebenarnya memiliki sebuah persamaan dan kemiripan, hanya saja dalam beberapa organnya memiliki fungsi yang berbeda atau memiliki kelebihan fungsi yang berbeda. Pada dasarnya pencernaan merupakan sebuah peristiwa masuknya makanan ke dalam mulut yang kemudian diteruskan melalui kerongkongan sampai akhirnya masuk ke dalam sistem pencernaan yang ada di dalam tubuh manusia maupun hewan.

Sistem Pencernaan Manusia Berdasarkan Pendapat Para Ahli

Proses pencernaan merupakan suatu proses yang melibatkan organ-organ penceranaan dan kelenjar-kelenjar pencernaan. Satu kesatuan antara penceranaan, organ-organ pencernaan, serta kelenjarnya membentuk sistem pencernaan. Sistem pencernaan berfungsi memecah bahan-bahan makanan menjadi sari-sari makan sehingga sumber makanan tersebut dapat diserap oleh tubuh dengan mudah. Berdasarkan prosesnya, pencernaan makan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :

Proses Pencernaan secara Mekanis

Pengubahan makanan dari bentuk kasar menjadi bentuk halus atau kecil dengan bantuan gerakan alat-alat pencernaan seperti gigi dan lambung. Pada pencernaan mekanis tidak terjadi perubahan susunan molekul bahan makanan yang dicerna.

Proses Pencernaan secara Kimiawi

Merupakan suatu proses pelarutan dan pemecahan makanan oleh enzim-enzim pencernaan dengan mengubah makan yang bermolekul dasar menjadi molekul yang berukuran kecil.

Dengan terjadinya kedua proses tersebut yang saling bersinergis maka akan menghasilkan suatu proses penceranaan sempurna yang sangat bermafaat bagi tubuh manusia. Jika salah satu dari dua diantara proses tersebut maka banyak masalah penceranaan atau gangguan penceranaan yang menimpa tubuh manusia. Kedua hal ini merupakan suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan.

Dengan adanya kedua proses tersebut proses kerja dari organ-organ pencernaan tubuh manusia akan bekerja dengan baik. Jika seluruh organ bekerja dengan baik sesuai dengan fungsinya tentu saja akan berdampak positif bagi manusia. Namun prorse tersebut juga membutuhkan bantuan dari manusia yaitu dengan membiasakan melakukan proses pencernaan yang bias di atur oleh diri sendiri yaitu dengan mengunyah makan sampai benar-benar lumat, sehingga system pencernaan dapat dikurangi resiko kerjanya.

Mengunyah makan sampai benar-benar lumat merupakan salah satu usaha yang bias di kontrol manusia agar system pencernaan dapat bekerja maksimal dan mengoptimalkan system kerja organ-organ yang berperan dalam system pencernaan. Organ-organ yang dimaksud antara dalam system pencernaa ini adalah mulut yang merupakan system terkontrol manusia karena bias digerakkan berdasarkan perintah koordinasi otak manusia. Kemudian kerongkongan, lambung, usus halus dan usus besar.

Demikianlah cara mudah memahami sistem pencernaan dalam tubuh manusai menurut para ahli dengan lengkap dan mudah. Hal lainnya seputar ilmu pengetahuan alam dan sistem pencernaan akan dibahas dalam kesempatan berikutnya.
no image

Fungsi Organ Tumbuhan Berdasarkan Sumber Ahli Biologi

Fungsi Organ Tumbuhan Berdasarkan Sumber Ahli Biologi - Tumbuhan atau tanaman adalah jenis makhluk hidup yang terdapat didunia ini dengan berbagai macam jenis, fungsi dan bentuk. Dari setiap jenis jenis dan bentuknya tumbuhan memiliki fungsinya masing-masing. Banyak yang paling sering kita jumpai di sekeliling kita adalah jenis tanaman yang berfungsi sebagai hiasan, bumbu makanan atau bumbu dapur, obat dan lainnya. Dalam dunia pendidikan ternyata sebenarnya tumbuhan hanya memiliki empat bagian utamanya yaitu akar, batang, daun dan bunga atau buah atau biji. Cukup sederhana bila di lihat hanya dengan sepintas memandang saja makhluk hidup jenis ini. Lalu, apakah kita tahu apa saja fungsi-fungsi organ tumbuhan menurut para ahli?

Fungsi Organ Tumbuhan Berdasarkan Sumber Ahli Biologi

Namun ternyata banyak sekali ilmu pengetahuan alam yang akan didapatkan jika kita mempelajari lebih detail tentang bagian-bagian tumbuhan tersebut, sehingga akan lebih memahami lagi dan mengerti seperti apa sebenarnya tumbuhan yang ada di sekeliling kita dapat hidup. Untuk memahami tentang fungsi organ tumbuhan disetiap bagiannya makan akan dijelaskan seperti dibawah ini satu persatu mulai dari yang paling bawah.

Fungsi Akar pada Tumbuhan

Akar merupakan bagian terbawah dari tumbuhan yang memiliki fungsi sebagai penyerap nutrisi atau makanan tumbuhan dari dalam tanah serta berfungsi juga sebagai pengangkut air dan zat hara menuju seluruh bagian tumbuhan di atasnya. Selain menyerap makanan dan mengakut air atau zat hara dari dalam tanah, akar juga memiliki fungsi pokok untuk mengokohkan atau menunjang berdirinya suatu tanaman atau pohon.

Pada beberapa tumbuhan ternyata ada juga akar yang memiliki fungsi sebagai alat pernapasan seperti pada tanaman bakau yang banyak dijumpai di tepi pantai atau sungai. Sedangkan pada beberapa jenis tanaman lain yang berjenis umbi-umbian akar dari tanaman tersebut memiliki fungsi sebagai bagian yang menyimpan makanan cadangan. Tumbuhan jenis ini antara lain adalah singkong, wortel, dan lain-lain.

Fungsi Organ Batang

Batang merupakan salah satu bagian yang berfungsi sebagai pilar yang menopang bagian lain dari tanaman yaitu antara lain seperti bunga, buah dan daun. Selain itu batang juga berfungsi sebagai penerus makanan yang sudah diserap oleh akar melalui dua pembuluh yang ada di dalam batang yaitu xilem dan floem.

Fungsi dari kedua jenis pembuluh tersebut masing-masing yaitu xilem sebagai pengangkut air dan zat hara dari akar menuju daun serta floem berfungsi mengangkut makanan yang di buat daun dari proses fotosintesis ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Hal ini juga menyimpulkan bahwa batang juga berfungsi sebagai pengangkut atau pendistribusi makanan tumbuhan.

Fungsi Daun pada Tanaman

Daun merupakan bagian tumbuhan dimana fungsinya sangat penting dalam proses pengolahan atau pembuatan makanan (fotosintesis) yang terjadi di dalam tubuh tumbuhan dan juga dalam fungsi sistem pernapasan tumbuhan. Proses pernapasan tumbuhan pada umumnya banyak terjadi pada daun dibandingkan pada akar seperti pada tanaman bakau. Hal ini karena pada daun terdapat stomata yang juga sebagai pori-pori daun berfungsi sebagai keluar masuknya oksigen dan transpirasi (proses kehilangan air dalam bentuk uap air). Selain itu juga terdapat bagian lubang pengeluaran pada daun (hidatoda) yang berada pada tepi daun berfungsi sebagai pengeluar air dalam bentuk titik air atau juga di sebut dengan proses gutasi.

Fungsi Bunga bagi tumbuhan

Bunga merupakan sebuah hiasan yang membuat tumbuhan menjadi lebih indah dan menarik meskipun beberapa bunga memiliki aroma yang tidak sedap namun memiliki fungsi sebagai penangkal hama atau predator tumbuhan. Fungsi utama dari bunga pada tumbuhan adalah sebagai alat perkembang biakan tumbuhan yang terjadi secara generatif (kawin). Tumbuhan memiliki dua bagian vital perkawinan yaitu putik yang berfungsi sebagai alat kelamin bertina dan benang sari sebagai alat kelamin jantan.

Fungsi Organ Buah dan biji

Bagian ini tentu saja suatu kesatuan yang tidak terpisahkan karena disetiab buah pasti ada biji. Fungsi buah pada tumbuhan adalah menjadi daging yang melindungi biji dari gangguan luar yang merugikan. Biji merupakan bakal tumbuhan baru yang juga berfungsi sebagai bagian utama perkembang biakan. Di dalam biji terdapat makanan cadangan yang disebut sebagai endosperma.

Demikianlah beberapa uraian tentang fungsi organ tumbuhan, sekiranya dapat menjadi literatur dalam memahami atau menggali informasi tentang organ-organ pada tumbuhan yang harus kita ketahui dan jangan lupa untuk membagikan artikel edukasi ini kepada teman-teman kamu dan silahkan membaca artikel edukasi yang lainnya disini, terima kasih.
Fungsi Organ Kerongkongan dan Lambung Pada Sistem Pencernaan Manusia

Fungsi Organ Kerongkongan dan Lambung Pada Sistem Pencernaan Manusia

Kembali lagi melanjutkan materi tentang sistem penceranaan pada manusia yang pada terbitan artikel sebelumya telah membahas bagai mana langkah mudah untuk memahami sistem organ pencernaan manusia yang paling pertama sekali yaitu adalah mulut. Di dalam mulut terdiri tigal hal inti yang ikut terlibat dalam proses pencernaan makanan manusia yaitu gigi, lidah dan kelenjar ludah (glandula salivalis). Tiga komponen dasar tersebut yang membuat organ utama mulut menjadi awal sistem penceranaan manusia karena dalam sistem penceraan tersebut kedua proses pencernaan terjadi yaitu proses mekanis dan proses kimiawi.
Fungsi Organ Kerongkongan dan Lambung Pada Sistem Pencernaan Manusia
Tentu saja hal tersebut sudah sangat mudah untuk dipahami karena marupakan hal pokok utama saat mempelajari sistem penceranaan. Oleh karena itu mari kita pelajari hal selanjutnya tentang organ manusia yang berfungsi melanjutkan penceranaan manusia. Untuk kali ini agar pembahasan materi ini dapat di sampaikan dengan singkat dan jelas maka dengan tidak mengurangi materi, hanya untuk mempersingkat pertemuan istilahnya jika dalam bangku sekolah maka cukup dibahas dua organ yang juga merupakan bagian utama proses pencernaan. Organ kedua dan ketiga ini merupakan lanjutan dari organ utama mulut.

Organ kedua yang akan masuk dalam pembahasan materi biologi untuk kelas XI ini yaitu kerongkongan dan lambung, mungkin terdengar cukup familiar namun kenapa harus dibahas lagi. Sekali lagi hal ini merupakan sebuah penyampain edukatif yang ditunjukkan untuk belajar atau hanya untuk mengulas materi yang terlupakan di sekolah secara mudah dan simple melalui media online.

Ringkasan Pendapat Para Ahli Tentang Fungsi Organ Kerongkongan Dan Lambung.

Kerongkongan
Kerongkongan merupakan saluran tipis dan panjangnya berkisar antara kurang lebih 25 cm. Kerongongan berfungsi sebagai jalan gumpalan makanan (bolus) dari mulut menuju ke lambung. Bagian dalam kerongkongan senantiasa basah oleh cairan yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar yang terdapat pada dingin kerongkongan untuk menjaga agar bolus menjadi basah dan licin. Keadaan ini akan mempermudah bolus bergerak melalui kerongkongan menuju ke lambung. Bergeraknya bolus dari mulut ke lambung melalui kerongkongan merupakan adanya gaya atau gerak peristaltik pada otot dinding kerongkongan.

Gerak peristaltik dapat terjadi karena adanya konstraksi otot dinding kerongkongan secara bergantian pada lapisan otot yang tersusun secara memanjang dan melingkar. Dengan adanya gerakan peristaltik yang terjadi akibat kontraksi otot-otot dalam kerongkongan tersebut maka makanan akan terdorong menuju lambung dengan mudah.

Lambung
Lambung atau ventrikulus merupakan kantong besar yang terletak di sebelah kiri rongga perut. Lambung terdiri atas tiga bagian yaitu bagian kardiak (bagian atas), bagian tengan yang membulat (fundus) dan bagian bawah (pilorus). Dengan adanya bagian-bagian tersebut tentu saja akan membuat lambung memiliki fungsi yang besar karena dengan tersusun dari tiga bagian tersebut maka setiap bagiannya akan melakukan tugas masing-masing.

Dalam lambung akan terjadi pencernaan secara mekanis dan kimiawi. Penceranaan mekanis terjadi karena adanya kontraksi otot lambung yang mengakibatkan gumpalan makan atau bolus tercampur dan teraduk secara merata sehingga menjadi bubur (chyme). Sementara itu, penceranaan kimiawi berlangsung dengan bantuan getah lambung. Getah ini dihasilkan oleh kelenjar yang terletak pada dinding lambung dibawah fundus.

Getah lambung ini dapat dihasilkan akibat adanya rangsangan bolus saat masuk kelambung. Getah lambung mengandung berbagai zat seperti berikut ini :
  1. Asam lambung (HCl) yang berufungsi mematikan bakteri yang tedapat dalam makanan, mengubah sifat protein, merangsang keluarnya sekretin, merangsang keluarnya hormon kolesistokinin yang merangsang empedu agar mengeluarkan getahnya dan mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin.
  2. Enzim pepsin berfungsi merombak protein menjadi pepton
  3. Enzim renin berfungsi mengaktifkan kaseinogen menjadi kasein
  4. Hormon gastrin yang berfungsi sebagai perangsang sekresi getah lambung.

Demikianlah pembahasan singkat untuk lanjutan sistem penceranaan pada manusia. Posting berikutnya akan memberikan pembahasan lain tentang sistem penceranaan manusia lanjutan berkaitan dengan usus halus dan usus besar, dalam konteksnya adalah sistem penceranaan makanan pada manusia yang berfungsi menyerap sari makanan dari sumber makanan yang dikonsumsi oleh manusia.